x

Tersalin

Bagikan artikel ke

Akademi Glosarium Blockchain Artikel
OKEx Blockchain

Kebijakan Moneter

2021.03.13 okexindonesia

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dibuat dan diadopsi oleh otoritas untuk mengontrol jumlah uang beredar dan suku bunga suatu negara. Dalam kebanyakan kasus, proses tersebut dikelola oleh bank sentral atau dewan mata uang.

Pada intinya, tujuan kebijakan moneter adalah untuk memastikan stabilitas ekonomi melalui inflasi dan suku bunga yang terkendali. Kebijakan semacam ini dapat keluar sebagai kontraktif atau ekspansif.

Kebijakan moneter kontraktif mengacu pada mekanisme pengendalian ekonomi suatu negara untuk menjaga tingkat pertumbuhan yang relatif lambat. Misalnya, bank sentral dapat menaikkan suku bunga bank umum sebagai cara untuk mengurangi jumlah uang yang beredar. Jumlah uang beredar yang berkurang kemudian akan menyebabkan tingkat inflasi turun atau tetap stabil.

Misalnya, bank sentral atau Federal Reserve dapat menerapkan kebijakan moneter kontraktif dengan menjual obligasi pemerintah dan catatan perbendaharaan kepada bank komersial. Pada akhirnya, jumlah uang yang tersedia untuk dipinjamkan oleh bank komersial berkurang, dan dengan demikian, mereka menaikkan suku bunga. Meskipun kebijakan moneter kontraktif memperlambat inflasi, hal tersebut dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi tingkat konsumsi dan investasi.

Di sisi lain, kebijakan moneter ekspansif merupakan strategi makroekonomi yang bertujuan untuk mendorong perekonomian melalui peningkatan jumlah uang beredar. Misalnya, bank sentral dapat menurunkan suku bunga jangka pendek, menurunkan Giro Wajib Minimum (reserve requirement), dan membeli sekuritas. Utamanya, kebijakan moneter ekspansif mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Selain itu, kebijakan tersebut dapat menguntungkan perekonomian melalui devaluasi mata uang yang meningkatkan daya saing ekspor dan membuat perekonomian lebih menarik bagi orang asing. Namun, kebijakan moneter ekspansif meningkatkan tingkat inflasi.

Giro Wajib Minimum atau rasio cadangan mengacu pada persentase total simpanan yang diminta bank sentral untuk disimpan oleh bank komersial sebagai uang tunai. Giro Wajib Minimum memastikan bahwa bank komersial memiliki uang tunai untuk memenuhi penarikan. Jika bank sentral bermaksud untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar, rasio cadangan akan berkurang untuk meningkatkan jumlah uang yang dapat dipinjamkan oleh bank komersial. Sebaliknya, bank sentral meningkatkan rasio bank jika perlu mengurangi jumlah uang beredar.

Pada dasarnya, Bank Sentral (seperti Federal Reserve) menggunakan kebijakan moneter sebagai alat untuk mengontrol pasang surut uang di seluruh perekonomian suatu negara. Kebijakan moneter penting karena dapat menciptakan ledakan dan kehancuran dalam siklus bisnis suatu perekonomian.

Disclaimer: Materi ini tidak boleh dijadikan dasar untuk membuat keputusan investasi, juga tidak dapat ditafsirkan sebagai rekomendasi untuk melakukan transaksi investasi. Perdagangan aset digital melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda harus memastikan bahwa Anda sepenuhnya memahami risiko yang terlibat dan mempertimbangkan tingkat pengalaman Anda, tujuan investasi dan mencari nasihat keuangan independen jika perlu.

Direkomendasikan

glosarium-blockchain